Ringkasan + Audio: Kajian Kitab Tauhid Syarah Syaikh Sholih bin Abdul Aziz Alu Syaikh – Ustadz Bagus Jamroji

Bismillah,

Kajian rutin Kitab Tauhid syarah syaikh Sholih bin Abdul Aziz Alu Syaikh - Ustadz Bagus Jamroji

Cinta memiliki 3 jenis, yaitu:

  1. Cinta kepada Allah, dengan cara melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
  2. Cinta karena Allah (cinta fillah), yaitu mencintai orang sholeh, ustadz, orang tua, dll. Cinta jenis ini adalah termasuk ibadah.
  3. Kecintaan bersama / disandingkan dengan kecintaan cinta kepada Allah (disembah, meminta, berharap, takut, dan cinta kepada selain Allah sebagaimana cinta kepada Allah) dan ini adalah cinta yang diharamkan.

Selain 3 jenis cinta di atas ada cinta yang mubah atau dibolehkan yaitu cinta thobiiyah (cinta tabiat), cinta kepada anak, istri, harta, dan lain sebagainya. Dan cinta jenis ini bisa menjadi ibadah ketika digunakan sebagai sarana untuk taat kepada Allah.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

Artinya:

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

[Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 165]

كَحُبِّ اللَّهِ ulama berbeda tafsir tentang kata ini, berikut adalah penjelasannya:

  • Mencintai tandingan-tandingan Allah sebagaimana cintanya kepada Allah (sebagaimana orang-orang kafir jahiliyah).
  • Orang musyrik mencintai tandingan-tandingan Allah sebagaimana orang muslim mencintai Allah.

yang rojih, insyaAllah adalah tafsir yang pertama.

 

Orang musyrik tidak meyakini bahwa berhala adalah Tuhan atau pencipta alam, akan tetapi mereka menjadikan berhala tersebut sebagai wasilah atau penyampai doa/ pendekat kepada Allah.

 

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Artinya:

Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

[Al-Quran Surat At-Taubah Ayat 24]

 

Sebuah kaidah:

  • Mencintai Allah adalah wajib
  • Hal mubah akan haram/ bahaya jika lebih dicintai dari Allah, Rosul, dan jihad fisabilillah

Karena kecintaan kepada Allah, Rosul, dan jihad fisabilillah haruslah lebih besar dibandingkan cinta kepada selainnya.

 

Termasuk dosa besar: Mendahulukan cinta kepada selain Allah di atas cinta kepada Allah.

Maka wajib kita menyempurnakan tauhid dengan cara mencintai Allah dan Rosul-Nya lebih dari cinta kepada selainnya.

 

Cinta kepada Rosul adalah dengan cara ittiba’ (mencontoh / mengikuti sunnah-sunnah beliau). Dan cinta kepada rosul bukanlah termasuk cinta yang ketiga karena Allah memerintahkan untuk cinta dan taat kepada Rosul, sehingga ini merupakan jenis cinta yang kedua yaitu cinta fillah.

 

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Tidaklah beriman (tidak sempurnah iman) salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada orangtuanya, anaknya dan segenap umat manusia.” (HR. Bukhari & Muslim)

Jika rosul lebih didahulukan / dicintai dari manusia semuanya, maka inilah iman yang sempurna.

 

Sebuah perkataan yang indah, “Cinta adalah motivator (penggerak) yang terbaik untuk melakukan sebuah amalan”.

Jika kita ingin bersemangat dalam sebuah amalan, maka bacalah manfaat-manfaat atau faidah / keutamaan yang didapatkan jika kita mengamalkan amalan tersebut. Misalkan jika kita ingin bersemangat dalam berpuasa sunnah, shalat sunnah, dan yang lainnya maka bacalah keutamaan-keutamaannya.

  • Jika seorang mencintai dunia, maka akan banyak beraktivitas untuk mendapatkan apa yang diinginkannya dari dunia.
  • Orang yang mencintai ilmu, maka seluruh aktivitasnya akan tersentuh dengan ilmu.
  • Orang jika cinta kepada Allah, maka seluruh aktivitasnya digunakan untuk merai ridho Allah dan menjauhi hal yang menjadikan Allah murka.
  • Demikian juga orang yang mencintai Rosulullah, maka dalam setiap langkah ia berusaha untuk mencocoki / ittiba’ kepada beliau. Mengambil petunjuk rosul dan mengajak untuk mengikutinya.

 

@Masjid Imam Muslim – Kediri. 2 Maret 2018.

Untuk mendengarkan audio kajian silahkan klik play di bawah ini:

Untuk download audio kajian silahkan klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *