Ringkasan + Audio: Kajian rutin Kitab Shohih FiqhusSunnah – Ustadz Anwar Samuri

Bismillah,

Kajian rutin Kitab Shohih Fiqhus Sunnah - Ustadz Anwar Samuri

Mendatangkan manfaat manfaat dan menolak kerusakan” adalah sebuah kaidah besar dan bahkan ia termasuk sumber fiqh. Kaitan dengan masalah yang saat ini sedang kita bahas (cerainya orang yang terkena sihir) adalah berdasarkan sisi-sisi atau efek kerusakan setelah terjadinya perceraian. Berikut ini adalah penjelasan madhorot yang terjadi jika ditetapkan jatuhnya cerai (terbagi menjadi 3):
1. Kemadhorotan atas suami yang tercerai. Karena suami menceraikan sedangkan cerai tersebut muncul tanpa kehendaknya, tak ada pilihan dan akhirnya diharamkan dari istrinya dan diceiraiberaikan kekuatannya. Cukuplah baginya musibah yang ia terima (ujian, sihir, dan sakitnya).
2. Kemadhorotan atas istri. Yang kekuatannya sudah terceraiberaikan (karena suami adalah kekuatan bagi istri) dan dihancurkan baginya rumah tangganya bukan sebab dari dirinya (sebagai pelaku) dan juga bukan karena dari suaminya, akan tetapi yang melakukan adalah sihir yang akan melampiaskan kesenangannya saat mereka sudah cerai, dan akan terwujud keinginannya dan akan senanglah setan.
3. Madhorot kepada anak-anaknya, karena dipisahkan kekuatan orang tuanya yang diceraiberaikan urusan mereka dan terancam masa depan mereka.

Itulah madhorot / efek jika seorang hakim menjatuhkan cerainya. Dan seperti sisi pandang kemadhorotan ini harus diperhatikan ketika seorang mukmin menetapkan jatuhnya cerai saat seseorang terkena sihir.

@Masjid Imam Muslim – Kediri
7 Maret 2018.

Untuk mendengarkan audio kajian silahkan klik play di bawah ini:

Untuk download audio kajian silahkan klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *