Ringkasan + Audio: Kajian rutin Kitab Lum’atul I’tiqod – Ustadz Abdul Adhiim

Bismillah,

Kajian rutin Kitab Lum'atul I'tiqod - Ustadz Abdul Adhiim (Kamis malam Jumat di Ponpes Imam Muslim Kediri)

Dan diantara ayat-ayat al-Quran adalah firman Allah dalam surat at-Thoha ayat 5:

الرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

artinya “Yang Maha Pengasih beristiwa’ di atas arsy”.

Selain pada ayat di atas, Allah menyebutkan sifat istiwa’-Nya di 6 ayat yang lain, yaitu:

  1. Surat Thoha ayat 5 (ayat di atas)
  2. Surat al-A’rof ayat 54
  3. Surat Yunus ayat 3
  4. Surat ar-Ro’d ayat 2
  5. Surat al-Furqon ayat 59
  6. Surat as-Sajdah ayat 4
  7. Surat al-Hadid ayat 4

Syaikh sholih ibnu utsaimin mengatakan bahwa Allah mengulang-ulang di beberapa ayat dalam al-Quran adalah untuk menunjukkan pentingnya perkara ini dan penyangatan sehingga tidak mungkin untuk diragukan, dan ahlussunnah bersepakat atas sifat Allah yang beristiwa’ di atas arsy. Dengan demikian wajib bagi kita untuk menetapkan sifat istiwa’ Allah yang hakiki bukan majas atau kiasan, sesuai dengan ketinggian Allah, tanpa mentakwil, mentamtsil, dll.

Istiwa’ dalam bahasa Indonesia dengan bersemayam dan ini adalah pemaknaan yang tidak cukup mewakili arti sebenarnya dari kata istiwa’, yang mana arti dari bersemayam adalah perbuatan raja di atas singgasana atau dipannya baik duduk atau yang lainnya. Jika kita ingin mengartikan istiwa’ ke dalam bahasa Indonesia harus melihat arti dalam bahasa aslinya yaitu bahasa Arab, sedangkan dalam bahasa arab makna istiwa’ memiliki 4  makna: 1) istiqror (bertempat / menetap) sedangkan Allah tidak membutuhkan tempat, 2) al ‘Ulu (tinggi), 3) Irtifa’ (naik), 4) Su’udun (naik). Oleh karena itu, para ulama’ menyebutkan istiwa’ Allah tidak sama dengan dengan semayamnya raja.

Dari penjelasan di atas, kita ketahui bahwa pemaknaan istiwa’ menjadi semayam adalah tidaklah cukup, maka sebaiknya kita tetap menyebut istiwa’ (dan tidak menggantinya dengan semayam atau kata lain).

Dan firman Allah ta’ala dalam surat tabarok (al-Mulk) ayat 16:

أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

artinya “Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit”

Maksud فِي pada ayat di atas adalah علىatau di atas.

Dan juga sabda rosulullah kepada budak wanita “Di mana Allah”, lalu ia menjawab, “Allah di (atas) langit”, kemudian rosulullah bersabda, “Merdekakanlah ia, sesungguhnya ia adalah wanita mukminah”. (HR. Muslim, dan yang lain).

@Masjid Imam Muslim – Kediri.
8 Maret 2018.

Untuk mendengarkan audio kajian silahkan klik play di bawah ini:

Untuk download audio kajian silahkan klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *