Ringkasan + Audio: Kajian rutin Kitab Mukhtashor Syama’il Muhammadiyah – Ustadz Arif Fathul Ulum

Bismillah,

Kajian rutin Kitab Mukhtashor Syama'il Muhammadiyah - Ustadz Arif Fathul Ulum
Melanjutkan bab pada pertemuan sebelumnya, yaitu bab Akhlak rosul (bab ke 48), hadits yang kedua dari bab ini atau hadits yang ke 295:
Dari Amr bin Ash:
“Rasulullah memiliki kebiasaan menghadapkan wajah beliau kepada orang yang jelek (akhlaknya) dengan tujuan melunakkan hati mereka. Rosul menghadap padaku, sammpai aku kira aku adalah yang terbaik diantara orang yang lain, maka aku berkata ‘Ya rosulullah apakah aku lebih baik atau Abu Bakr?’ maka rosulullah menjawab, ‘Abu Bakr’. Maka aku bertanya ‘Aku yang lebih baik atau Umar?’ maka rosul menjawab ‘Umar’, aku bertanya ‘Apakah aku lebih baik atau Utsman’, maka rosul menjawab ‘Utsman’. Maka tatkala aku bertanya dan rosul jujur menjawab apa adanya, maka aku berandai-andai seandainya aku tidak bertanya kepada rosulullah”.

Hadits ini memberikan pelajaran kepada kita:
– Kemuliaan 3 sahabat tersebut (Abu Bakr, Umar, Utsman), sehingga ‘Amr yang belakangan masuk islam pun mengetahui hal tersebut.
– Menunjukkan baiknya akhlak rosul, saat berucap / bermuamalah bahkan kepada orang yang jelek / musuh sekalipun.
– Jujurnya perkataan rosulullah.

Hadits 296:
Dari Anas bin Malik
“Saya mengabdi kepada Rasulullah selama sepuluh tahun. Beliau tidak pernah berkata ‘uff’, tidak pernah mengucapkan kepadaku apa yang aku lakukan kenapa aku berbuat demikian, dan tidak pernah juga mengucapkan apa yang aku tinggalkan / tidak aku kerjakan ‘kenapa kamu tidak mengerjakan’, adalah rosulullah diantara manusia yang paling bagus akhlaknya, aku tidak pernah menyentuh pakaian yang lembut / sutra atau sesuatu lain yang lebih lembut daripada telapak tangan rosulullah, dan aku tidak pernah mencium bau misk / minyak wangi yang lebih wangi daripada keringat rosulullah”. (HR. Bukhari & Muslim)

Anas adalah Khodim (pembantu) rosulullah saat berada di Madinah, beliau bersama rosul selama 10 tahun sejak kecil sampai wafatnya rosul.

Hadits 297:
Dari Anas:
“Di sisi rosul ada seorang laki2 yang ada bekas sufroh (pewarna baju dan semacamnya yang mengandung bau) rosul hammpir-hampir tidak pernah menghadapi seroang dengan apa yang tidak disuka (oleh orang tersebut). Ketika orang ini berdiri, rosul mengatakan kepada orang lain, ‘Seandainya kamu katakan kepada orang ini untuk meninggalkan bekas sufroh tersebut'”.

Hal ini menunjukkan bahwa rosulullah tidak langsung berbicara kepada orang tersebut, tapi setelah dia tidak ada kemudian ia memberitahu orang2 untuk mengingatkan orang kepadanya. Hadits ini didhoifkan oleh syaikh al-albani (secara sanad), akan tetapi secara sanad sesuai dengan kebiasaan yang biasa dilakukan dengan rosulullah (dengan sanad sohih).

Hal ini adalah menunjukkan bahwa rosulullah tidak pernah menampakkan hal yang dibenci oleh orang yang dihadapi.

Hadits 298:
Dari Aisyah:
“Rosulullah tidak pernah berbicara keji, dan tidak berupaya bicara / berbuat yang keji, dan tidak pernah berbicara dengan teriak-teriak di pasar-pasar, tidak pernah membalas kejelekan dengan kejelekan, tetapi beliau memaafkan sama sekali (seperti tidak terjadi apa-apa)” (HR. Bukhari dan Muslim).

@Masjid Imam Muslim – Kediri. 9 Maret 2018.

Untuk mendengarkan audio kajian silahkan klik play di bawah ini:

Untuk download audio kajian silahkan klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *